Ragam Makanan Indonesia untuk Upacara Adat

makanan indonesiaIndonesia yang kaya akan kebudayaannya memiliki keunikan tersendiri terutama dengan adanya upacara khas daerah tertentu. Makanan Indonesia adalah hal yang paling populer bagi masyarakat kita. Tetapi apakah Anda sudah mengetahui makanan yang sering digunakan untuk upacara adat? Adanya ritual adat diberbagai daerah menciptakan ragam makanan khusus pada acara ritual tersebut. Yuk, kenali beberapa makanan ini untuk lebih menambah pengetahuan baru.

1. Apem

Masyarakat Jawa yang sudah biasa dengan kue apem ini. Kue apem merupakan Makanan Indonesia yang digunakan sebagai pelengkap untuk acara selamatan atau syukuran. Bagi masyarakat daerah Jawa, kue ini mengandung sebuah filosofis. Dapat dipastikan jika ada acara selamatan seperti aqiqah, syukuran rumah baru dan sebagainya disediakan makanan ini. Untuk wilayah Mataraman Jawa Timur, sajian ini disuguhkan untuk upacara kematian atau hari pasaran. Menggunakan bahan dasar tepung terigu atau tepung beras dengan rasa manis yang dimasak dengan caa dipanggang

2. Daging Kerbau

Apakah Anda pernah mengonsumsi daging kerbau? Dalam upacara adat orang Batak dan Toraja kerbau adalah binatang berharga. Kerbau juga merupakan salah satu penanda status sosial masyarakat di sana. Makanan Indonesia ini adalah menu wajib dalam berbagai acara upacara dan ritual adat. Seperti acara adat Manulangi Natua Tua yaitu memberi makan kepada orangtua. Khusus diadakan sebagai penghormatan untuk orangtua ketika mereka sudah memiliki cucu, dalam kondisi kritis atau menginjak usia tua. Selain daging kerbau biasanya juga menggunakan daging babi, untuk orang Batak kerbau juga digunakan pada acara pernikahan.

3. Kolo

Kolo adalah sebutan untuk menu nasi bakar bagi masyarakat NTT. Makanan Indonesia ini dimasak menggunakan bambu muda. Beras dan bumbu masakan dicampur lalu dibakar dalam bambu untuk menghasilkan cita rasa terbaik. Anda bisa menemukan makanan kolo ini saat pesta adat penti atau sebuah ritual sebagai ucapan rasa syukur. Setiap tahun ritual ini juga untuk memohon perlindungan dan keharmonisan untuk kehidupan yang akan datang. Kolo selalu ada sebagai menu utama setiap awal pergantian tahun, tidak jarang acara adat di NTT ini mengundang banyak wisatawan untuk merasakan secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *